Dermaga Tanjung Buton Tiba-tiba Ambruk, Mobil Nyebur ke Laut
Dermaga pelabuhan dengan lebar 10 meter, panjang sekitar 220 meter di Kawasan Industri Tanjung Buton, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, ambruk sepanjang 50 meter, Senin (5/1/2026) malam. (rpc)
Riau Analisa.com-TANJUNG BUTON-Sebuah insiden terjadi kemarin. Dermaga Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton tiba-tiba ambruk. Dermaga Pelabuhan yang terletak di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak runtuh atau rubuh pada pukul 15.44 WIB. Nahas, satu unit mobil ikut jatuh bersama runtuhnya dermaga, sementara tiga unit lainnya masih berada di seberang, terpisah.
Pantauan di lapangan, pelabuhan itu berbentuk T, dan yang patah di bagian ujung jika berjalan dari pangkal, sementara bagian yang melintang terpisah. Pelabuhan yang patah sekitar 50 meter.
Disebutkan Andi Putra dari KSOP, penanggungjawab pelabuhan KITB, dermaga memang sudah melengkung sejak Juni lalu, dan pihaknya sudah menyurati Kementerian Perhubungan.
Survei setiap hari dilakukan, pengecekan perlu dibuktikan secara teknis, tidak cukup hanya dengan foto dan video.
"Kami sudah meminta pusat, timnya agar turun, tapi ternyata sudah keburu rubuh," katanya.
Sejam setengah sebelumnya, atau pada pukul 13.30 WIB, baru selesai dilakukan pemeriksaan oleh Tim KSOP Sungai Pakning.
Terkait patahnya trestel Pelabuhan Tanjung Buton di KITB dibenarkan oleh Kepala Kantor Syahnadar dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Tanjung Buton, Kapten Pujo Junianto.
Disebutkannya, kejadian patahnya trestel pada pukul 15.44 WIB pada saat kegiatan pemeriksaan selesai, kegiatan selesai pukul 14.35 WIB.
"Kejadianya secara tiba-tiba, dan kami.lega tidak ada korban jiwa ataupun muatan cangkang yang jatuh ke laut," ucapnya.
Sebenarnya kondisi kerusakan atau kemiringan trestel pelabuhan sudah terjadi sejak lama.
"Saat saya menjabat sebagai kepala KSOP Mei 2025 lalu, saya langsung melaporkan kondisi tersebut ke Dirjen Hubla untuk minta arahan dan petunjuk lebih lanjut," jelasnya.
Sementara menunggu evaluasi dari kantor pusat, KSOP Tanjung Buton melakukan mitigasi terhadap kegiatan yang berlangsung di pelabuhan dengan mengurangi 50 persen volume muatan truk yang melintas di trestel, jalan dibuat one way dengan titik berat di sebelah kanan, melakukan koordinasi dengan semua pelaku usaha untuk beralih menggunakan konveyor atau pindah ke pelabuhan lain.(ran)










