Lagi Pesta Narkoba bersama Dua Cewek, Oknum Polisi Kena Gerebek

Hukrim Rabu, 21 Januari 2026 - 07:26 WIB
Lagi Pesta Narkoba bersama Dua Cewek, Oknum Polisi Kena Gerebek

ilustrasi (DepositifPhotos)

Riau Analisa.com- BENGKALIS – Mendapatkan informasi tak sedap ada anggota oknum polisi yang lagi pesta narkoba bersama dua cewek di hotel, tim Opsnal Satresnarkoba Polres Bengkalis, usai menggerebek dua kamar Hotel Marina, Sabtu (17/1/2026) dini hari. 

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan tujuh orang, tiga di antaranya diduga oknum anggota kepolisian. Diduga pesta narkoba dilakukan bareng dua cewek. Penggerebekan dilakukan di kamar 218 dan 204 hotel yang berada di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Bengkalis Kota, Kecamatan Bengkalis. 

Pihak kepolisian menyatakan ekspos kasus akan dilakukan setelah Kapolres Bengkalis yang baru aktif memimpin, menyusul agenda serah terima jabatan pada Kamis (22/1/2026).

Dari keterangan lapangan, empat warga sipil yang turut diamankan masing-masing dua perempuan berinisial C dan O, serta dua laki-laki berinisial R dan Z. Sementara tiga terduga lainnya merupakan oknum anggota Polres Bengkalis.

Kasat Resnarkoba Polres Bengkalis AKP Kris Tofel, saat dikonfirmasi wartawan menyampaikan agar publik menunggu rilis resmi dari humas. “Nanti tunggu release resmi ya, bang, dari humas Polres. Saat ini, kami sedang persiapan kenal pamit Kapolres yang baru,” ujarnya singkat, Selasa (20/1/2026).

Terpisah, PS Humas Polres Bengkalis Iptu Juli, membenarkan adanya pengungkapan kasus narkoba tersebut dan menyebut tiga oknum polisi telah ditahan di Rutan Polres Bengkalis. “Untuk data detailnya, kami masih menunggu atasan yang akan memimpin ekspos,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar menyatakan penjelasan akan disampaikan setelah dirinya resmi aktif. ''Nanti ya, setelah saya aktif,” ujarnya melalui pesan singkat.

Kasus ini kembali menyorot komitmen penegakan disiplin di internal kepolisian. Sebelumnya, Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr Hengki Haryadi SIK MH menegaskan tidak ada toleransi bagi anggota yang terlibat narkoba. 

Menurutnya, pelanggaran tersebut tidak hanya merusak citra institusi, tetapi juga menggerogoti kepercayaan publik. “Hari pertama saya bertugas sudah mendapat laporan ada anggota terlibat narkoba. Ini fatal dan tidak boleh ditoleransi,” tegas Hengki. 

Hengky juga menekankan perlunya tindakan tegas terhadap pelanggaran berat, terlebih Riau merupakan wilayah strategis yang kerap menjadi jalur kejahatan transnasional, termasuk peredaran narkoba.(win)




Duka cita pemkab rohul

Mutiara Spesial Deal

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.