Masalah Kota Itu Bernama Parkir

Syukurlah.., Perwako tentang turunnya tarif parkir telah ditandatangani Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Ia memenuhi satu janji kampanyenya. Ia jadi rakyat dulu baru jadi wali kota sehingga paham persoalan rakyat biasa. Jarang terlintas di pikiran kita, seberapa besar efek tukang parkir liar ataupun resmi terhadap pelaku usaha.
Mungkin di minimarket yang kuat modal bisa bertahan meski ada tukang parkir. Padahal, sebenarnya, banyak usaha kecil yang terganggu mulai dari sepi pelanggan yang malas bayar parkir hingga tutup akibat keberadaan mereka.
Bisa dimaklukmi mengapa publik malas bayar parkir. Jika sepedamotor Rp2.000 lalu sipengendara mau mencari alat cukur yang tak ia temukan ditiga tempat. ia sudah membayar parkir tiap berhenti seharga barang yang akan dibelinya. Sementara barang itu belum ia dapatkan.
Dulu seorang akademisi bernama Dr Muhammad Ikhsan ST MSC, sampai pernah menggugat Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk menghentikan penarikan retribusi parkir di tepi jalan umum. Dirinya meminta agar Pemko Pekanbaru mencabut Perwako tentang besaran retribusi parkir.
"Kami minta pencabutan perwako Pekanbaru tentang perparkiran terutama menyangkut besaran retribusi parkir yang disamakan disemua tempat. Tarif Rp2000 untuk sepeda motor dan Rp3000 untuk mobil," katanya.
"Seharusnya tarif parkir itu dibedakan berdasarkan zonasi. Untuk jalan lokal dan lingkungan di luar pusat kota seharusnya Rp1.000 saja sepeda motor dan Rp2.000 untuk mobil," sebutnya.
Upayanya itu kandas. Aturan itu tetap berjalan. Dan ia sempat ingin maju jadi calon Wako untuk membenahi hal itu tetapi juga kandas ditengah jalan. Ia tak dapat ‘perahu’. Terlepas dari itu keresahan soal parkir bahkan sampai membuat seorang akademisi ikut bersuara agar hal ini dbenahi.
Semoga dengan adanya wali kota defenitif kita berharap persoalan parkir di Kota Pekanbaru ini bisa dibenahi dengan prinsip tepat guna dan biaya yang tidak membebani warga kota. Perubahan tarif ini harus dikawal Dishub di lapangan agar berjalan sebagaimana mestinya
Helfizon Assyafei
Jurnalis RAN










