Tabrak Lari, Petugas Marka Jalan di Pekanbaru Tewas
Plat nomor Mobil yang diduga menabrak korban ditemukan di Lokasi Kejadian. (Dishub Kota Pekanbaru)
Riau Analisa.com-PEKANBARU-Sebuah insiden tak terduga terjadi di simpang Jalan Paus-Tuanku Tambusai, Kota Pekanbaru, Rabu (28/1/2026) dini hari. Seorang petugas pengecatan marka jalan tewas setelah ditabrak mobil yang melaju kencang, sementara pengemudi kendaraan tersebut melarikan diri.
Korban diketahui bernama Masrial (36), petugas marka jalan yang merupakan vendor Dinas Perhubungan (Dishub) Pekanbaru. Ia meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah setelah tertabrak mobil berpelat B 1557 RKM.
Sekretaris Dishub Pekanbaru, Sunarko, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB saat empat petugas sedang melakukan pengecatan marka jalan.
"Empat orang sedang bekerja. Karena mobil datang dengan kecepatan tinggi, mereka tidak sempat menghindar. Satu petugas meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka ringan,” ujar Sunarko.
Menurut Sunarko, jenis mobil yang menabrak korban belum dapat dipastikan karena kendaraan melaju sangat cepat. Diduga kuat pengemudi berada dalam pengaruh alkohol.
"Kemungkinan pengendara mabuk. Plat nomor mobil terlepas dan ditemukan di lokasi kejadian,” jelasnya.
Saat ini, jenazah korban telah diberangkatkan ke kampung halamannya di Solok, Sumatera Barat, untuk dimakamkan.
Pihak Dishub Pekanbaru telah melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian dan berharap pelaku segera tertangkap.
"Kami sudah melapor ke polisi. Semoga pelakunya bisa segera ditemukan dan diproses sesuai hukum," ujar Sunarko.
Semntar aitu Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang petugas vendor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, Masrial (36), yang menjadi korban tabrak lari saat menjalankan tugas.
"Atas nama Pemerintah Kota Pekanbaru, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Masrial. Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua orang putri, masing-masing berusia 12 tahun dan dua setengah tahun," ujar Agung Nugroho, Rabu (28/1/2026).
Wako Agung Nugroho menegaskan, Pemko Pekanbaru akan hadir dan membantu keluarga korban, untuk pendidikan anak-anak almarhum.
"Kami Pemerintah Kota Pekanbaru akan memberikan bantuan serta beasiswa kepada anak-anak almarhum yang masih bersekolah. Selain itu, kami juga memberikan pendampingan dan bantuan kepada istri yang kini harus menjalani kehidupan sebagai tulang punggung keluarga," jelasnya.
Agung Nugroho juga menyebutkan bahwa dirinya telah memerintahkan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) untuk segera mendatangi rumah sakit setelah mendapat informasi bahwa jenazah almarhum akan dipulangkan ke kampung halaman di Solok, Sumatera Barat.
"Tadi pagi saya sudah memerintahkan Pj Sekda untuk segera ke rumah sakit. Karena almarhum akan dimakamkan di Solok, maka seluruh proses pemulangan jenazah kami fasilitasi dan seluruh biayanya ditanggung oleh Pemerintah Kota Pekanbaru," tegasnya.
Ia pun mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan. "Sekali lagi, kami doakan semoga keluarga korban diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini," ujarnya.(ran)










