Jadi Syarat Terima Tunjangan Profesi, Guru Wajib Ikuti PPG

Pendidikan Minggu, 12 Januari 2025 - 07:33 WIB
Jadi Syarat Terima Tunjangan Profesi, Guru Wajib Ikuti PPG

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Prof. Sahiron memberikan sambutan di UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta (11/1/2025). ((Humas Kemenag))

Riau Analisa.com-Jumlah guru di bawah lingkungan atau pembinaan Kementerian Agama (Kemenag) yang belum ikut Pendidikan Profesi Guru (PPG) atau sertifikasi masih banyak. Jumlahnya mencapai 600 ribu orang lebih.

 

Sertifikasi itu ditunggu para pengajar, karena jadi syarat utama mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG). Banyaknya guru binaan Kemenag yang belum ikut sertifikasi itu, disinggung Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Prof. Sahiron.

 

Saat menghadiri agenda Pengukuhan Guru Profesional (PPG) dalam Jabatan Batch 1 2024 di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta pada Sabtu (11/1/2025) dia mengatakan, penuntasan sertifikasi guru itu jadi prioritas pemerintah sekarang. 

 

Dia mengatakan, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag menegaskan komitmen untuk mensukseskan program PPG. Untuk memastikan seluruh guru di lingkungan Kemenag memperoleh manfaat dalam program tersebut.

 

Sahiron mengatakan, Direktorat PTKI selalu siap membantu Direktorat PAI dan GTK Madrasah Kemenag. Sesuai dengan yang disampaikan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Prof. Abu Rokhmad pada berbagai kesempatan.

 

Sahiron mengatakan, dalam satu sampai dua tahun kedepan, Kemenag akan selesaikan guru yang belum dikukuhkan sebagai Guru Profesional atau belum ikut sertifikasi. "Kalau tidak salah jumlahnya 600 ribuan sekian. Kami siap membantu," ujarnya sebagaimana dilancir jpc.

 

Lebih lanjut Sahiron menuturkan, yang terpenting dalam pengukuhan Guru Profesional itu bukan hanya peningkatan kesejahteraan guru di bawah Kemenag. Tetapi juga memastikan bahwa para guru yang telah dikukuhkan sebagai Guru Profesional nantinya mampu mentransfer ilmu kepada para anak didik. Karena mereka bakal menjadi generasi penerus bangsa. Serta nantinya bertugas menunaikan cita-cita Indonesia Emas 2045.

 

"Kita garis bawahi bahwa bangsa Indonesia itu punya cita-cita, di tahun 2045 itu menjadi bangsa yang emas, atau kita memasuki The Golden Age of Indonesia," katanya. Era tersebut mempunyai dua ciri atau kriteria. Yaitu maju dalam ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi. Kemudian yang kedua menjadi bangsa dengan spiritualitas keagamaan yang dewasa.

 

"Salah satu indikasinya adalah toleran dan harmonis antara satu dengan yang lain," terangnya.

 

Sahiron menegaskan, dalam berbagai kesempatan bersama para pimpinan di Kemenag dan Menag Nasaruddin Umar, kerap disampaikan komitmennya untuk menciptakan kedewasaan spiritualitas keagamaan bangsa Indonesia. Kemudian juga kerukunan umat beragama dan harmonisasi antar umat beragama.

 

"Pastikan bapak ibu sekalian, kami memohon agar transfer ilmu tadi berjalan dengan baik," katanya.

 

Baik itu bidang umum, bidang keagamaan, maupun aspek kognisinya. Berikutnya yang tak kalah penting adalah penanaman karakter bangsa yang terpuji atau ber-akhlakul karimah.(rhd) 

 




Duka cita pemkab rohul

Mutiara Spesial Deal

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.