Awal Tahun 2026, BMKG Tetap Ingatkan Waspadai Cuaca Ekstrem

Riau Jumat, 02 Januari 2026 - 08:26 WIB
Awal Tahun 2026, BMKG Tetap Ingatkan Waspadai Cuaca Ekstrem

(int)

Riau Analisa.com- PEKANBARU – Hingga saat ini cuaca masih belum stabil. Memasuki awal tahun 2026, masyarakat di delapan daerah di Riau diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Yakni berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Deby C, mengatakan potensi cuaca tersebut diperkirakan terjadi pada sore hingga malam hari dan berlanjut hingga dini hari.

“Kami mengimbau masyarakat agar waspada terhadap hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, khususnya di wilayah Rokan Hilir, Kampar, Kuantan Singingi, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, serta Kota Dumai dan Pekanbaru,” ujar Deby kepada Klikmx.com, Kamis (1/1/2026).

Berdasarkan prakiraan cuaca Provinsi Riau, kondisi pada pagi hari diprakirakan didominasi udara kabur hingga cerah berawan. “Dari pantauan citra radar, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terpantau terjadi di wilayah Kabupaten Siak, Kepulauan Meranti, dan Pelalawan,” jelas Deby.

Pada siang hari, cuaca umumnya cerah berawan hingga berawan. Namun, memasuki sore hingga malam hari, hujan ringan hingga sedang diprakirakan meluas ke sejumlah wilayah lainnya di Riau. 

“Kondisi tersebut diperkirakan berlanjut hingga dini hari dan terjadi di hampir sebagian besar wilayah provinsi,” kata Deby.

Deby menjelaskan, secara umum suhu udara di Riau berada pada kisaran 22 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara antara 60 hingga 100 persen. Sementara arah angin bertiup dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.

“Perubahan cuaca ini dipengaruhi oleh kondisi atmosfer yang cukup aktif, sehingga masyarakat diharapkan tetap memantau informasi cuaca terkini, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan,” jelasnya.

Sementara itu, untuk kondisi perairan, tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau tergolong rendah. “Nelayan dan pengguna transportasi laut tetap diminta berhati-hati,” pesan Deby.

Terkait potensi kebakaran hutan dan lahan, Deby menyebutkan hingga pembaruan data pukul 23.00 WIB, titik panas di wilayah Riau terpantau nihil. 

“Untuk hotspot di Riau saat ini tidak terdeteksi. Sementara di wilayah Sumatra terdapat empat titik panas yang semuanya berada di Provinsi Aceh,” ujarnya.(ran)




Duka cita pemkab rohul

Mutiara Spesial Deal

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.