Belacan Diolah Jadi Terasi Kemasan, UMKM Rohil Siap Tembus Pasar Modern

Ekbis Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:22 WIB
Belacan Diolah Jadi Terasi Kemasan, UMKM Rohil Siap Tembus Pasar Modern

Nur Azmi S.Farm., pengelola gerai Umah Oleh-oleh Bagansiapiapi. (POSMETROROHIL.COM)

Riau Analisa.com - BAGANSIAPIAPI - Belacan yang selama ini dijual dalam bentuk curah kini diolah menjadi produk kemasan bernilai tambah. Inovasi ini menjadi salah satu upaya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Rokan Hilir (Rohil) untuk memperluas pasar, mulai dari gerai ritel modern hingga peluang pemasaran ke luar negeri.

Upaya tersebut dikembangkan melalui Umah Oleh-Oleh di Bagansiapiapi. Gerai ini tidak hanya memasarkan produk khas daerah, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, mengurus perizinan, dan memperluas jaringan pemasaran.

Pengelola Umah Oleh-Oleh, Nur Azmi, S.Farm., melihat potensi besar dari hasil alam Rohil yang dapat diolah menjadi produk dengan nilai jual lebih tinggi. Ide itu tumbuh dari keinginannya mengembangkan usaha saat mendampingi suami yang bertugas di Rokan Hilir.

Ia terinspirasi oleh kreativitas Yogyakarta dalam mengembangkan produk berbasis potensi lokal. Dari sana, Azmi mulai melihat peluang mengolah bahan-bahan yang tersedia di daerahnya, termasuk belacan yang selama ini lebih banyak dipasarkan secara kiloan.

Belacan kemudian dikembangkan menjadi terasi siap saji melalui proses penyangraian dan pengemasan yang lebih menarik. Dengan inovasi tersebut, produk lokal diharapkan tidak hanya diminati konsumen pasar tradisional, tetapi juga mampu bersaing di supermarket dan gerai ritel modern.

“Selama ini belum banyak produk lokal yang dihilirisasi. Karena itu, kami mencoba mengolah bahan alam yang ada di Rokan Hilir menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan bisa menjangkau pasar lebih luas,” ujarnya.

Dari Komunitas hingga Gerai UMKM

Azmi mengembangkan upaya tersebut dengan merangkul pelaku UMKM dalam sebuah komunitas. Melalui wadah ini, mereka dapat saling belajar dan mencari solusi atas berbagai tantangan usaha, termasuk pengurusan izin edar, sertifikasi halal, pengemasan, dan pemasaran.

Pengembangan Umah Oleh-Oleh juga mendapat dukungan melalui program Community Involvement and Development (CID) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Pendampingan yang dimulai sejak 2023 tersebut mencakup pelatihan pemasaran, pengembangan kemasan, dan pembinaan usaha secara berkelanjutan.

Pada Agustus 2023, gerai Umah Oleh-Oleh mulai direalisasikan sebagai ruang pemasaran bersama bagi produk-produk lokal Rohil.

Pada masa awal, omzet gerai berkisar Rp2 juta hingga Rp5 juta. Angka tersebut dapat meningkat menjadi sekitar Rp20 juta saat perhelatan budaya Bakar Tongkang, ketika jumlah pengunjung Bagansiapiapi meningkat.

Setelah peluncuran gerai, omzet bahkan disebut mampu mencapai Rp30 juta per bulan. Capaian tersebut menjadi dorongan bagi Azmi dan para pelaku usaha untuk terus mengembangkan produk dan memperluas pemasaran.

Kini, sebanyak 78 UMKM menitipkan produknya di etalase Umah Oleh-Oleh. Produk yang dipasarkan beragam, mulai dari kacang pukul, rendang kerang, keripik keladi ungu, keripik ikan, ikan salai laut, hingga terasi olahan bermerek Terasi Sodap.

Pendapatan penjualan harian gerai berkisar Rp200 ribu hingga Rp500 ribu, bahkan dapat mencapai jutaan rupiah pada waktu tertentu, bergantung pada jumlah pembeli dan permintaan pasar. Pengembangan produk juga mulai merambah sektor kerajinan, termasuk batik daun.

Kemasan dan Pemasaran Jadi Perhatian

Menurut Azmi, produk berkualitas perlu didukung kemasan yang menarik, daya tahan yang baik, dan identitas produk yang jelas. Karena itu, pelaku UMKM didorong beralih dari kemasan sederhana ke bahan yang lebih sesuai, seperti aluminium foil, agar produk lebih terlindungi dan memiliki masa simpan yang lebih baik.

Pemasaran digital melalui marketplace juga menjadi perhatian agar penjualan tidak hanya bergantung pada pembeli yang datang langsung ke gerai.

Selain itu, pendampingan PHR turut membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Sejumlah produk UMKM binaan dari Rohil telah dikirim sebagai sampel kepada calon pembeli atau buyer di Malaysia, Jepang, dan Jerman.

Pengiriman sampel tersebut menjadi tahap awal untuk memperkenalkan produk sekaligus melihat respons calon pembeli di pasar internasional. Sebelumnya, produk UMKM binaan PHR dari Pekanbaru telah beredar di Malaysia dan Jepang.

Azmi berharap pelaku usaha Rohil dapat mengikuti jejak tersebut. Namun, ia mengakui masih ada tantangan yang perlu diatasi, terutama akses informasi dan jaringan calon pembeli yang selama ini lebih banyak terpusat di Pekanbaru.

Untuk memperluas jangkauan pemasaran, PHR juga menjembatani upaya agar produk UMKM dapat masuk ke pasar modern, termasuk jaringan ritel seperti Indomaret dan Alfamart.

Menurut Azmi, peluang tersebut perlu diikuti kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi standar produk, melengkapi legalitas, menjaga konsistensi kualitas, dan membangun jaringan pemasaran.

Membangun UMKM yang Berkelanjutan

Sebagai pengelola Umah Oleh-Oleh sekaligus Ketua Organisasi UKM IKM Nusantara, Azmi ingin gerai tersebut berkembang bukan hanya sebagai tempat berjualan, tetapi juga menjadi pusat pemasaran, pembinaan, dan edukasi bagi pelaku UMKM.

Ia mengakui perjalanan merintis usaha membutuhkan ketekunan dan dukungan keluarga. Ada masa ketika usaha berkembang, tetapi ada pula tantangan yang harus dihadapi.

Karena itu, Azmi berharap pendampingan seperti program CID PHR dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak pelaku usaha lokal memperoleh kesempatan untuk tumbuh.

Baginya, keberhasilan UMKM tidak hanya diukur dari jumlah produk yang terjual, tetapi juga dari kemampuan pelakunya untuk terus belajar dan membangun usaha yang berkelanjutan.

Dari belacan, olahan ikan dan kerang, hingga produk kerajinan, Umah Oleh-Oleh menunjukkan bagaimana potensi lokal dapat memiliki nilai tambah melalui inovasi, pendampingan, dan akses pasar.

Di balik setiap produk yang tersusun di etalase, terdapat kerja keras pelaku UMKM dan harapan agar produk khas Rokan Hilir semakin dikenal, mampu bersaing, serta berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat.(PRo)

Editor : Redaksi





Workshop Helfizon

Mutiara Spesial Deal

Temukan juga kami di