Perbaiki 35 Persen Jalan Provinsi yang Belum Mantap, Riau Butuh Anggaran Rp22 Triliun

Riau Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:04 WIB
Perbaiki 35 Persen Jalan Provinsi yang Belum Mantap, Riau Butuh Anggaran Rp22 Triliun

Ilustrasi (Media Center Riau)

Riau Analisa.com - PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau membutuhkan anggaran sekitar Rp22 triliun untuk meningkatkan kondisi seluruh jalan provinsi agar berstatus mantap. Kebutuhan tersebut mencakup penanganan 1.067 kilometer jalan yang masih dalam kondisi tidak mantap berdasarkan hasil survei fisik per Desember 2025.

Data Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau menunjukkan, total panjang jalan provinsi mencapai 2.897 kilometer. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.800 kilometer atau 65 persen telah berstatus mantap, sedangkan sisanya, sekitar 35 persen, masih memerlukan penanganan.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau, Khairul Rizal, mengatakan besarnya kebutuhan anggaran tersebut berkaitan dengan upaya memperbaiki seluruh ruas jalan yang belum memenuhi standar teknis.

“Totalnya sekitar Rp22 triliun untuk mencukupi 35 persen lagi supaya menjadi mantap,” ujar Khairul Rizal kepada awak media di Kantor Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau, Pekanbaru, Rabu sore (28/10/2026).

Terkait kondisi jalan pada akhir 2026, Khairul menjelaskan bahwa data hasil survei fisik terbaru belum dapat dipublikasikan. Hasil pendataan tersebut masih harus melalui proses verifikasi resmi oleh Kementerian Pekerjaan Umum sebelum digunakan sebagai acuan evaluasi.

“Untuk Desember 2026 akan muncul data survei kondisi jalan yang baru, dan itu belum bisa kami keluarkan atau publikasikan karena harus ada verifikasi dari Kementerian PUPR,” kata Khairul Rizal.

Menurutnya, verifikasi pemerintah pusat diperlukan untuk memastikan data persentase kemantapan jalan memiliki keabsahan dan dapat digunakan dalam evaluasi resmi daerah.

Hasil survei fisik juga menjadi dasar penyusunan desain perencanaan dan penentuan metode penanganan pada setiap ruas jalan. Perbaikan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan, mulai dari ringan, sedang, hingga berat.

“Data itu gunanya untuk desain perencanaan kita. Jalan yang tidak mantap ada beberapa bagian, ada yang rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan; penanganannya tentu disesuaikan dengan kondisi jalan,” tutur Khairul Rizal.

Kebutuhan anggaran Rp22 triliun menjadi tantangan bagi Pemprov Riau dalam mempercepat pemerataan infrastruktur jalan. Pemerintah daerah masih menunggu hasil verifikasi data terbaru dari kementerian untuk menentukan prioritas pembangunan dan penanganan jalan secara bertahap pada tahun-tahun mendatang.(MC Riau/bgs)




Workshop Helfizon

Mutiara Spesial Deal

Temukan juga kami di