‘Smart Power’

Kolom Pikiran Sabtu, 07 Maret 2026 - 08:35 WIB
‘Smart Power’

Catatan Helfizon Assyafei

 

Sejak pecah perang Is-Am (Isam) dengan Ir4n popular istilah perang Asimetris. Maksudnya adalah konflik bersenjata atau non-militer antara pihak-pihak yang memiliki perbedaan kekuatan, taktik, dan kemampuan yang sangat tidak seimbang.

 

Pihak yang lebih lemah sering menggunakan taktik tidak konvensional, seperti gerilya, terorisme, atau sabotase, untuk mengeksploitasi kerentanan lawan yang lebih kuat. Ini adalah bentuk "smart power" dengan dampak dahsyat pada seluruh aspek kehidupan.

 

Ir4n dengan peralatan yang secara simetris tidak sama dengan kecanggihan persenjataan Israel-Amerika Isam kini mengejutkan dunia. Sejumlah teknologi baru seperti drone tak terlacak radar mulai menunjukkan daya hancurnya yang dahsyat.

Jurus baru lainnya dilaporkan pengamat militer adalah bom paku baja yang mereka sebut Tungsem dijatuhkan secara vertical dari pesawat tempur.

 

Tungsem itu meluncur dari langit tanpa hulu ledak yang tak bisa di-intercept (disergap) rudal telah merusak landasan pacu pesawat tempur di kapal induk.

Raksasa laut sekelas kapal Induk Nimitz dikabarkan rusak dan mundur dari perairan timur tengah pasca digempur rudal balistik, drone dan hujan bom paku tadi. Sampai hari kelima tak ada tanda-tanda kemajuan dari serangan Isam terhadap Ir4n.

 

Sebaliknya yang terjadi justru pangkalam militer Isam porak-poranda dilima negara muslim yang secara geografis berdekatan dengan Ir4n. “Smart Power’ yang ditampilkan Ir4n kali ini membuat jantung Isam berdegup kencang. Disangka anak kecil ternyata…dahsyat meen.

 

Menyepelekan orang itu mudah tapi menghadapi kenyataan diluar dugaan itu ternyata sungguh menyakitkan. Ternyata dia yang disepelekan lebih smart, lebih power dan lebih taktis benar-benar membuat malu si sombong.

 

Dia boleh katakan apa saja pada dunia tentang betapa hebatnya teknologi mereka, tapi faktanya berbeda. Diam-diam ketakutan itu kini terus menyebar bukan saja didada para penyerang tapi juga jutaan warganya.

 

Boleh jadi ada warganya sebenarnya tak setuju dengan serangan itu. Sebab bisa saja serangan balasan datang. Tiba-tiba dari atas langit mereka jatuh rudal sebesar truk tronton yang ditembakkan dari jarak ribuan kilometer yang bisa membuat seisi kota hangus tinggal nama.

 

Dan itulah derita yang dialami Palestina selama ini akibat ulah mereka..

 

Penulis, jurnalis RAN




Duka cita pemkab rohul

Mutiara Spesial Deal

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.