Ijazah Belasan Mantan Guru yang Ditahan Sekolah Swasta Dikembalikan

Pekanbaru Jumat, 02 Mei 2025 - 08:36 WIB
Ijazah Belasan Mantan Guru yang Ditahan Sekolah Swasta Dikembalikan

Anggota DPRD Kota Pekanbaru Zulkardi (dua kiri) bersama 14 mantan guru memperlihatkan ijazah yang sempat ditahan oleh salah satu sekolah swasta, Rabu (30/4/2025). ((foto dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pekanbaru))

Riau Analisa.com-PEKANBARU-Setelah sempat berjuang ke DPRD Kota Pekanbaru dan ikut rapat dengar pendapat akhirnya ijazah 14 orang mantan guru di Kota Pekanbaru dikembalikan oleh sekolah swasta yang menahannya, Rabu (30/4/2025).

Atas kembalinya ijazah tenaga pendidik yang rata-rata masih berusia muda ini, inisiator penyelesaian masalah Zulkardi mengucapkan syukur. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pekanbaru ini menceritakan lagi perjuangan mereka mendapatkan kembali ijazah tersebut.

”Setelah unggahan saya terkait kasus penahanan ijazah menjadi viral di media sosial, para guru ini menghubungi saya. Mereka sempat berencana menyewa pengacara dan bahkan telah mengumpulkan dana. Namun akhirnya memilih meminta bantuan langsung kepada saya. Hari ini (kemarin, red) alhamdulillah ijazah mereka telah kembali,” sebut Zulkardi.

Zulkardi bercerita, saat ia tengah mengurus agar ijazah para mantan karyawan Sanel Tour Travel kembali, tiba-tiba dirinya didatangi belasan guru yang juga mengaku ijazah mereka ditahan. Ia langsung mengumpulkan data, dan langsung berkomunikasi dengan pihak sekolah. Meski sempat terjadi perdebatan, pendekatan hukum dan komunikasi persuasif yang dilakukannya membuahkan hasil. Ia mengingatkan bahwa menahan ijazah seseorang tidak dibenarkan.

”Menahan ijazah seseorang, apalagi untuk kepentingan di luar hukum, adalah tindakan yang tidak dibenarkan. Setelah melalui dialog yang intens, pihak sekolah akhirnya mengembalikan semua ijazah,” ungkapnya.

Para guru yang berasal dari berbagai latar belakang keahlian seperti Ekonomi, Matematika, Informatika, Administrasi Bisnis, TKJ, Pendidikan Agama, Olahraga, hingga Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, menyambut pengembalian ijazah ini dengan haru. 

Bagi mereka, ini bukan sekadar dokumen, melainkan kunci untuk membuka kembali pintu pengabdian di dunia pendidikan. Zulkardi berharap hal ini menjadi pengingat bagi seluruh institusi pendidikan untuk lebih menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan hukum.

”Semoga ini menjadi pelajaran bersama. Pendidikan adalah jalan mulia, para guru ini adalah ujung tombaknya. Mereka berhak mendapatkan perlakuan yang adil dan manusiawi,” ujar Zulkardi. Ijazah Ditahan Sejak 2004, Istri Mantan Karyawan Datangi Sanel  Sementara itu, sebuah video viral seorang wanita mencak-mencak ketika berada di dalam Kantor Sanel Tour and Travel di Jalan Teuku Umar, Kota Pekanbaru.

Wanita itu diketahui bernama Erlin. Terekam dalam video, ia berkeliling sambil bersuara lantang, separuh berteriak, bahwa perusahaan jasa perjalanan dan ekspedisi itu telah menahan ijazah. Saat dikonfirmasi, Erlin membenarkan yang datang ke Sanel dan mencak-mencak itu adalah dirinya. Namun menurutnya bukan ijazahnya, melainkan ijazah sang suami yang ditahan.(abd)




Duka cita pemkab rohul

Mutiara Spesial Deal

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.