Imlek, Arus Penumpang di Selat Panjang Meningkat
Aktilvitas Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang Kepulauan Meranti, Senin (16/2/2026). (Wira Saputra/rp)
Riau Analisa.com-MERANTI-Momen Imlek ditandai dengan peningkatan pergerakan angkutan laut di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Kepulauan Meranti, menunjukkan tren peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan rekapitulasi KSOP pada H-7 hingga H-1 Imlek, total penumpang tahun 2026 tercatat sebanyak 18.405 orang. Angka ini meningkat 4,37 persen dibandingkan Imlek 2025 yang mencapai 17.635 orang.
Pada periode 10–16 Februari 2026 (H-7 sampai H-1), jumlah penumpang naik tercatat 6.789 orang dan penumpang turun 11.607 orang. Sementara pada periode 22–28 Januari 2025, penumpang naik berjumlah 6.444 orang dan penumpang turun 11.191 orang.
Dari sisi kunjungan kapal, tahun 2026 tercatat 314 kapal, sedikit menurun dibandingkan 352 kunjungan pada 2025. Meski demikian, volume penumpang justru mengalami kenaikan.
Lonjakan paling signifikan terjadi pada H-2 Imlek 2026 (15 Februari), dengan total penumpang mencapai 4.076 orang. Jumlah tersebut naik 30,52 persen dibandingkan H-2 tahun 2025 yang tercatat 3.123 orang.
Kenaikan tajam juga terlihat pada penumpang turun di H-2 2026 yang mencapai 3.101 orang atau meningkat 44,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, pada H-6 (11 Februari 2026), total penumpang mencapai 1.827 orang atau naik 23,86 persen dibandingkan 2025. Namun, pada H-7 dan H-1 tercatat sedikit penurunan dibanding tahun lalu.
Dominasi angka penumpang turun menunjukkan Selatpanjang masih menjadi tujuan utama masyarakat untuk merayakan Imlek bersama keluarga. Peningkatan mobilitas ini juga sejalan dengan rangkaian kegiatan Imlek dan Festival Perang Air yang menjadi agenda tahunan di Kepulauan Meranti.
Kepala KSOP Kelas IV Selatpanjang, Derita Adi Prasetyo, S.Si.T, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi lonjakan arus penumpang dengan meningkatkan pengawasan keselamatan dan koordinasi bersama operator kapal.
“Secara umum terjadi kenaikan total penumpang sekitar 4,37 persen dibanding tahun lalu. Puncak arus memang terlihat pada H-2. Kami sudah melakukan langkah antisipasi, baik dari sisi kelaiklautan kapal, pengaturan jadwal, maupun pengawasan di pelabuhan agar pelayanan tetap aman dan tertib,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Ia menambahkan, meskipun jumlah kunjungan kapal sedikit menurun, kapasitas angkut tetap mampu mengakomodasi peningkatan penumpang yang dimaksud.(ran)










