ICoPRI 2026 di Unri Bahas Masa Depan Gambut untuk Ketahanan Iklim

Pendidikan Selasa, 03 November 2026 - 08:16 WIB
ICoPRI 2026 di Unri Bahas Masa Depan Gambut untuk Ketahanan Iklim

International Conference on Peatland Research and Innovation (ICoPRI) 2026. (unri.ac.id,Rabit)

Riau Analisa.com - PEKANBARU - Universitas Riau (Unri) memperkuat peran riset dan inovasi dalam pengelolaan lahan gambut melalui International Conference on Peatland Research and Innovation (ICoPRI) 2026. Konferensi internasional yang berlangsung di Gedung Integrated Classroom Universitas Riau, Sabtu (31/10/2026), itu mengangkat tema “Advancing Peatland Science, Innovation and Policy for Climate Resilience and Sustainable Development”.

Kegiatan tersebut menghadirkan tiga pembicara utama, yakni Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Moh Jumhur Hidayat; Vice President of the International Peatland Society, Dr Anna Helena Purre; serta Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Dr R Nunung Nuryartono SE MSi.

ICoPRI 2026 secara resmi dibuka Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi Universitas Riau, Dr Ir Sofyan Husein Siregar MPhil.

Dalam sambutannya, Sofyan mengatakan tema konferensi tahun ini berkaitan erat dengan tantangan pengelolaan lahan gambut berkelanjutan di Provinsi Riau. Menurutnya, persoalan gambut tidak hanya menjadi perhatian daerah, tetapi juga berkaitan dengan isu global, terutama perubahan iklim.

“Tema lahan gambut untuk ketahanan iklim dan pembangunan berkelanjutan ini secara langsung membahas tantangan kita di Riau. Ini bukan isu lokal saja, tapi sudah menjadi isu global terkait perubahan iklim,” ujar Sofyan.

Dia menjelaskan, Unri memiliki tanggung jawab besar untuk berkontribusi dalam pengembangan riset dan inovasi gambut. Terlebih, perguruan tinggi tersebut memiliki Center of Excellence (CoE) di bidang Manajemen Lahan Basah dan Kebencanaan, khususnya yang berkaitan dengan wilayah gambut.

“Unri memiliki tanggung jawab dan sekaligus kesempatan untuk mengembangkan riset dan inovasi tentang lahan gambut yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui ICoPRI, kita berharap dapat memperkuat kolaborasi internasional lintas disiplin ilmu, menerjemahkan hasil penelitian menjadi rekomendasi kebijakan yang praktis, serta mendorong inovasi yang bisa diterapkan di masyarakat,” ucap Sofyan.

Dukungan terhadap penyelenggaraan konferensi juga disampaikan Pemerintah Provinsi Riau. Dalam sambutan Gubernur Riau yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Dr Syahrial Abdi AP MSi, ditegaskan bahwa pengelolaan gambut membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.

Pemprov Riau menyambut baik ICoPRI 2026 sebagai forum strategis untuk mendorong perumusan kebijakan yang berlandaskan hasil penelitian dan kajian ilmiah.

“Pemerintah Provinsi Riau tidak bisa bekerja sendiri dalam mengelola jutaan hektar lahan gambut. Kami membutuhkan dukungan riset, data, dan inovasi dari Universitas Riau. Apa yang dihasilkan dari konferensi ini kami harapkan bisa menjadi masukan berharga bagi kebijakan daerah dalam upaya pencegahan kebakaran lahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar gambut,” ujar Syahrial saat membacakan sambutan Gubernur.

Sementara itu, Ketua Panitia ICoPRI 2026, Dr Arifudin SP MP, menyampaikan bahwa konferensi ini dirancang untuk mempertemukan hasil riset ilmiah, inovasi, dan kebijakan publik dalam pengelolaan gambut.

“Kami meyakini bahwa perlindungan lahan gambut memerlukan kebijakan yang efektif, kerjasama kelembagaan yang kuat, serta partisipasi aktif dari masyarakat,” ucapnya.

Arifudin berharap pelaksanaan ICoPRI 2026 dapat memperkuat kerja sama internasional Unri sekaligus menghasilkan rekomendasi praktis untuk mendukung pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan.(Unrinews)

Editor : Redaksi





Workshop Helfizon

Mutiara Spesial Deal

Temukan juga kami di