Ratusan Pelajar SMP Meranti Ikuti Semarak Bulan Bahasa, Lestarikan Sastra Melayu

Pendidikan Minggu, 01 November 2026 - 10:30 WIB
Ratusan Pelajar SMP Meranti Ikuti Semarak Bulan Bahasa, Lestarikan Sastra Melayu

Semarak Bulan Bahasa di Afifa Sport Center, Selatpanjang, Sabtu (31/10/2026). (Media Center Riau)

Riau Analisa.com - SELATPANJANG – Sebanyak 108 pelajar SMP dari berbagai wilayah di Kabupaten Kepulauan Meranti mengikuti babak puncak Semarak Bulan Bahasa di Afifa Sport Center, Selatpanjang, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan berbahasa sekaligus menjaga kelestarian sastra dan budaya Melayu.

Kompetisi yang melibatkan 51 SMP se-Kepulauan Meranti tersebut menghadirkan empat kategori perlombaan, yakni mendongeng berbahasa Melayu, melantunkan syair, berpidato, dan menulis aksara Melayu.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Sudandri Jauzah, S.H., yang hadir mewakili Bupati Kepulauan Meranti.

Dalam sambutannya, Sudandri mengingatkan pentingnya generasi muda menguasai Bahasa Indonesia dan bahasa asing tanpa meninggalkan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya.

"Generasi muda harus mampu menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan menguasai bahasa asing. Namun yang tidak kalah penting, mereka harus tetap bangga menggunakan serta melestarikan Bahasa Melayu sebagai kekayaan identitas kita," tegas Sudandri, Sabtu (31/10/2026).

Ia juga mendorong sekolah agar memberikan ruang bagi siswa untuk berani menyampaikan gagasan melalui karya sastra. Menurutnya, kemampuan berbahasa turut mendukung pembentukan pola pikir kritis dan keterampilan berkomunikasi.

Dukungan terhadap kegiatan literasi tersebut disampaikan Penyuluh Bahasa Balai Bahasa Provinsi Riau, Khairul Azmi. Ia menyampaikan adanya alokasi hibah 200 eksemplar buku bacaan dari pusat yang diperuntukkan bagi 40 sekolah di Kepulauan Meranti.

Khairul juga mengingatkan para tenaga pendidik agar tidak kehilangan semangat dalam menjalankan tugas, meskipun menghadapi keterbatasan fasilitas dan anggaran.

"Anggaran boleh terbatas, tetapi gagasan kita tidak boleh terhenti. Fasilitas boleh sederhana, namun pembelajaran harus tetap bermakna dan komitmen kita untuk mendidik anak-anak tidak boleh berkurang sedikit pun," pesannya.

Semarak Bulan Bahasa tersebut digagas Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP sebagai bagian dari upaya menghidupkan semangat Sumpah Pemuda melalui kegiatan kebahasaan dan sastra.

Wakil Ketua MKKS SMP Kabupaten Kepulauan Meranti, Syafi'i, menjelaskan bahwa proses penjurian awal dilaksanakan secara hibrida agar dapat menjangkau peserta dari berbagai pulau terluar.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Rudi Hartono, menyebutkan bahwa seleksi daring sebelumnya diikuti para pelajar dari 51 SMP. Dari proses tersebut, sebanyak 108 peserta berhasil melaju ke babak puncak di Selatpanjang.

Melalui kompetisi ini, penyelenggara berharap muncul generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan berbahasa, tetapi juga bangga terhadap warisan sastra dan budaya lokal.(MCR)




Workshop Helfizon

Mutiara Spesial Deal

Temukan juga kami di