Tradisi Lampu Colok di Pekanbaru Meriahkan Ramadhan 1447 H

Pekanbaru Senin, 16 Maret 2026 - 11:51 WIB
Tradisi Lampu Colok di Pekanbaru Meriahkan Ramadhan 1447 H

Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Markarius Anwar, saat hadir dalam kegiatan festival lampu colok Bukit Raya (istimewa)

Riau Analisa.com-PEKANBARU—Tradisi lampu colok terus dilestarikan dengan festival lampu colok. Suasana malam di Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, terasa berbeda, Ahad (15/3/2026). Ratusan lampu colok berkelip menerangi sudut-sudut kampung, memantulkan cahaya hangat yang membawa nuansa Ramadan terasa semakin khusyuk.

Festival Lampu Colok yang digelar menjadi pemandangan memikat. Cahaya lampu minyak yang tersusun rapi bukan sekadar hiasan malam, tetapi juga simbol tradisi Melayu yang kembali dihidupkan di tengah modernitas Kota Pekanbaru.

Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Markarius Anwar yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat dalam melestarikan budaya lama yang sarat makna spiritual.

"Festival Lampu Colok di Kecamatan Bukit Raya sudah bergulir. Ini yang pertama di Kota Pekanbaru dan menjadi awal yang baik untuk menghidupkan kembali tradisi Ramadhan," ujarnya.

Ia mengapresiasi masyarakat yang telah memprakarsai kegiatan tersebut. Menurutnya, kekuatan sebuah tradisi justru lahir dari semangat gotong royong warga yang menjaga nilai budaya secara turun-temurun.

Bagi masyarakat Melayu, lampu colok bukan sekadar penerangan. Dahulu, sebelum listrik masuk ke perkampungan, lampu minyak inilah yang menerangi jalan, halaman rumah, hingga surau. Cahaya sederhana itu juga menjadi penanda datangnya malam-malam istimewa di bulan Ramadan.

Kini, tradisi tersebut kembali dihidupkan dalam bentuk festival yang tidak hanya memperindah kampung, tetapi juga menjadi syiar keagamaan, terutama menjelang sepuluh malam terakhir Ramadan yang dipercaya sebagai waktu turunnya malam Lailatul Qadar.

"Cahaya lampu colok ini juga menggambarkan semangat ibadah masyarakat pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Kita berharap masyarakat semakin semangat beritikaf di masjid," kata Markarius.

Ia berharap festival seperti ini tidak berhenti di Bukit Raya saja. Ke depan, kegiatan serupa akan digelar di seluruh kecamatan di Pekanbaru agar suasana Ramadan terasa lebih hidup di tengah masyarakat.

“Festival ini bukan berpusat di satu kecamatan saja. Kita ingin seluruh kecamatan ikut memeriahkan agar syiar Ramadan semakin terasa," jelasnya.(ran)




Duka cita pemkab rohul

Mutiara Spesial Deal

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.