Ramadhan, Madrasah Ruhaniyah

Kolom Pikiran Selasa, 17 Maret 2026 - 11:48 WIB
Ramadhan, Madrasah Ruhaniyah

Catatan Helfizon Assyafei 

Di penghujung Ramadhan 1447 H. Pada suatu pagi ketika matahari baru saja terbit di ufuk Timur. Sesayup senandung lagu berjudul Ramadhan karya Maher Zein menghampiri telinga dari pengeras suara masjid yang panitia zakatnya sedang bertugas.

 

Entah mengapa waktu telah mengubah ‘setelan pabrik’ saya selama ini. Dimasa anak-anak dan remaja dulu akhir Ramadhan adalah saat yang paling ditunggu-tunggu. Saat paling senang karena sebentar lagi datang waktunya beli baju baru, mudik, rekreasi, bergembira.

 

Juga akan datang waktu berbuka alias bebas makan disiang hari 11 bulan kedepan. Sekarang entah mengapa setiap penghujung Ramadhan tiba, kegembiraan masa kanak-kanak dulu entah kemana. Malah sebaliknya ada rasa sedih yang tak bisa dijelaskan.

 

Rasanya kok 10 malam penghujung Ramadhan yang begitu indah dengan beriktikaf berlalu begitu cepatnya? Rasanya kok bisa istiqomah berjuang menamatkan AlQuran dalam 1 bulan padahal 11 bulan diluar Ramadhan sering tak bisa daripada bisa. Rasanya lapar dan haus disiang hari bukan lagi persoalan. Rasanya bangun tengah malam yang begitu sulit di luar Ramadhan itu juga jadi mudah di dalam Ramadhan.

 

Ada rasa khawatir selepas Ramadhan apakah saya masih bisa begini? Ataukah kembali ke ‘setelah pabrik’ sebelumnya. Seperti puasa ular. Yang berubah hanya kulitnya tapi isinya tetap saja sama dengan sebelumnya.

 

Takut miskin, takut lapar, suka berkeluh kesah dalam kekurangan dan lupa diri saat diberi kelapangan rezeki? Atau akan kembali banyak tidur dan susah bangun tengah malam lagi, banyak makan lagi, banyak bicara lagi, banyak buang waktu lagi? Atau jadi kembali suka ikut hawa nafsu daripada mendidiknya mengikuti akal dan iman kita?

 

Entah mengapa berat rasanya berpisah dengan Ramadhan. Sang pendidik. Madrasah ruhaniyah yang selalu datang untuk menempa lahir dan batin ini. Ramadhan adalah guru yang mengajak kita melakukan kebaikan dan tidak sekedar suka menyuruh dan melarang saja dari atas mimbar atau meja mubaligh yang ada air mineralnya.

 

Ketika Ramadhan datang kita tidak diajak berteori lagi tapi langsung melakukan amal baik seperti puasa disiang hari, shalat di malam hari dan tadarus AlQuran. Kedatangan Ramadhan selalu indah seperti cahaya penerang batin yang gelap, yang resah, yang gelisah. Hari ini puasa ke 27. Artinya telah 26 hari ia membersamai kita. Dan kini ia telah dipenghujung kedatangannya..

 

Semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan umur yang berkah dan diizinkan Allah dipertemukan dengan Ramadhan-Ramadhan selanjutnya. Amiin.

 

Pekanbaru, 27 Ramadhan 1447 H

17 Maret 2026




Duka cita pemkab rohul

Mutiara Spesial Deal

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.